BERHATI-HATILAH JIKA LEBIH PINTAR URUSAN DUNIA NAMUN BODOH DALAM PERKARA AKHIRAT

Dalam sebuah kajian seorang ustadz menyampaikan, ” banyak orang tua mau membiayai mahal kursus bahasa Inggris atau kursus komputer anaknya, namun saat membiayai iuran ngaji anaknya padahal cuma beberapa ribu rupiah malas-malasan, itupun dia sering nunggak, hal ini menunjukkan bahwa orang tua dijaman ini kebanyakan takut anaknya bodoh dalam ilmu dunia, dan tidak takut anaknya bodoh dalam ilmu yang berkaitan dengan akhirat, padahal ilmu agama akan menolong anaknya terhindar dari neraka.

Kesimpulannya orang jaman sekarang kebanyakan tidak ada rasa kuatir anaknya masuk neraka, namun lebih kuatir bodoh urusan dunia.

Karena kebanyakan orang tua mengukur kesuksesan dari takaran dunia, bukan takaran urusan akhirat, waallahua’lam. ”
Itulah potret kehidupan masyarakat kita yang sarat dengan pemikiran hedonisme, menyembah harta dan popularitas, kemuliaan dinilai dari takaran dunia.

Akibatnya banyak diantara yang ngaku Muslim lebih pintar urusan komputer daripada bagaimana berwudhu yang benar sesuai syariatnya.

Banyak diantara kita lebih pintar berhitung daripada mengetahui bagaimana cara shalat yang khusyu’.
Dan seterusnya, agama dalam kehidupan banyak Muslim dinegri ini adalah nomer sekian puluh, atau bahkan nomer ke ratusan, atau bahkan mungkin ribuan dibelakang dari urusan paling prioritas mereka dalam hidup.

Padahal kelak di akhirat tak ada pertanyaan soal ilmu matematika atau komputer dan ilmu dunia lainnya, kelak ketika dihisab yang ditanyakan adalah urusan-urusan agama, bagaimana shalatmu?, bagaimana sedekahmu?, bagaimana mengerjakan yang ma’ruf dan sudahkah menjauhi yang munkar? dan seterusnya.

Semoga terus semangat belajar ilmu agama sampai liang lahat menyapa kita, aamiin.

Source : Siswo Kusyudhanto

Advertisements