Rasakaannn..

December 2, 2016

Tidakkah kaurasakan hari-hari ini begitu indah? Hari-hari yang membuat hati bergetar tiada akhir. Hari-hari ketika ukhuwwah Islamiyyah begitu terasa menyentuh kalbu. Hari-hari ketika persatuan umat Islam terlihat nyata. Enggan rasanya berpisah dengan hari-hari indah ini….
Tidakkah kaurasakan getaran-getaran iman memenuhi seluruh penjuru negeri? Hari-hari ketika bahasa hati lebih bermakna daripada untaian seribu kata. Indah sekali bukan?

Hari-hari ketika ketulusan berbicara banyak. Ketulusan hati para mujahid dari berbagai daerah berhasil menggetarkan seluruh negeri.

Lihatlah para pemuda Ciamis yang rela berjalan kaki menempuh jarak 300 km long march menuju Jakarta. Atau ikhwah Aceh yang rela menempuh perjalanan laut ke Jakarta demi menyuarakan kebenaran. Begitu pula urang Minang yang menurut berita di layar kaca, berangkat hingga 12.000 orang! Masya Allah …

Lihatlah gairah warga Balikpapan. Meski sudah dilarang berangkat oleh Gubernur Kaltim, tapi mereka tetap berangkat juga. Mereka mencarter 10 pesawat terbang, masya Allah, luar biasa.!

Lihatlah gairah wong Solo. Meskipun wong Solo terkenal halus dan lembut, tapi paling garang ketika agamanya dihina. Sebanyak 39 bus akan mengangkut rombongan wong Solo.

Atau warga Lamongan yang berangkat dengan 10 bus. Meski mereka sempat dihadang oleh aparat di tengah jalan, tapi mereka tetap melaju. Sungguh arus besar ini tak bisa dibendung.

Begitu pula Yogja, Surabaya, Semarang dan kota2 besar lainnya tak mau ketinggalan memenuhi panggilan untuk membela kitab suci yang dihinakan.

Bukankah ini sangat indah? Bukankah ini momen menakjubkan? Jutaan orang dari berbagai daerah akan berkumpul bersama di Monas demi kemuliaan-Nya, demi keagungan nama-Nya.

Sungguh fenomena yang mampu menggetarkan jiwa-jiwa yang masih punya “rasa”. Sebuah rasa yang hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang tulus ikhlas mencintai-Nya.

Tidakkah kau merinding membayangkan hari Jumat esok langit Jakarta akan bergetar oleh takbir mereka?

Tidakkah hatimu bergetar dan kau menitikkan air mata membayangkan hari Jumat esok jutaan manusia akan bersujud bersama di Jakarta? Rintihan doa dan tangisan mereka seakan membuat teduh langit Jakarta.

Bersyukurlah jika kita masih merasakan getaran dan rasa itu. Karena berarti pintu hati kita belum tertutup.

Tapi jika kau tidak merasakan getaran itu, maka menangislah. Karena pintu hatimu sudah mengeras dan membatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: