MENCINTAI KARENA ALLAH

January 31, 2016

  
Salah‬ satu bentuk ibadah dalam muamalah adalah mencintai saudara sesama muslim karena Allah, yaitu kita mencintai seseorang karena dia adalah orang yang shalih, yang berusaha mendekatkan dirinya kepada Allah.

‎Diantara‬ ciri persahabatan yang bukan dilandaskan pada kecintaan kepada Allah ialah: jika sesuatu yang ia inginkan ada pada diri seseorang, maka relasi itu ia jalin. Namun apabila sudah tidak ia dapati lagi apa yang ia inginkan pada diri seseorang maka ia akan meninggalkannya. 

Contoh: bersahabat dengan seseorang hanya karena kekayaannya, saat jatuh miskin ia meninggalkannya.

‪Dalam‬ berhubungan dengan sesama manusia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk kita berbuat baik dan ramah kepada setiap orang. Akan tetapi berhati-hati dalam mencari sahabat.

‪Sesungguhnya‬ ruh itu diciptakan berkelompok-kelompok, sehingga jika ia bertemu dengan kelompoknya maka ia akan mudah untuk bersahabat.

‪Kriteria‬ mencari sahabat/teman dekat:

  1. Orang yang beriman kepada ALlah dan mengingatkan kita kepada akhirat
  2. Orang yang akhlaqnya baik dan menjaga perasaan saudaranya
  3. Seseorang yang cerdas dan berakal. Contoh: memberi kita nasehat dengan baik, bukan asal-asalan.
  4. Bermanhaj yang benar, di atas sunnah.

‪Hal‬-hal yang perlu diperhatikan dalam bersahabat dengan seseorang:

  1. Ingat, bersahabatlah karena Allah.
  2. Jangan punya terlalu banyak sahabat karena akan banyak menyita waktu kira dengannya. Sedangkan keluarga kita juga memiliki hak atas waktu kita.
  3. Jangan terlalu sering bertemu dengannya, karena ini akan membuat bosan dan menimbulkan mudhorot. Kecuali kita bertemu dengannya dikarenakan ada urusan yg berkaitan dengan urusan akhirat. Contoh: karena hampir setiap waktu bersama sahabatnya, ada saat dimana pembicaraan mulai tidak bermanfaat yang berujung pada meng-ghibahi orang lain.
  4. Senantiasa mendoakannya.
  5. Persahabatan tidak melazimkan kita tahu semua urusan pribadi sahabat kita, kecuali kita menanyakan padanya dengan niat untuk memberikan bantuan jika ia membutuhkannya.
  6. Nikmati bersahabat dengannya bersama segala kekurangannya. Maafkan ia jika berbuat salah.
  7. Jangan me-monopoli sahabat. Terkadang seseorang tidak suka jika sahabatnya dekat dengan yang lainnya, dan ini tidaklah benar.

Catatan dari kajian Ustadz Firanda di masjid An Nasai Balikpapan

14 Rabiul Awwal 1437H/ 26 Des 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: